MANAJEMEN KEDISIPLINAN KARYAWAN Maret 5, 2009
Posted by sjafri mangkuprawira in Kepemimpinan, MSDM, Mutu, mental.
trackback
Kasus berikut ini tidak jarang ditemukan dalam perusahaan. Katakanlah ada seorang manajer dari sebuah perusahaan suatu ketika sempat memperhatikan seorang karyawan yang ditempatkan pada posisi menentukan. Pengamatan pihak manajemen selama ini menunjukkan bahwa karyawan tersebut tidak mau bekerja sama pada waktu usaha ekstra diperlukan, segan menjadi sukarelawan untuk melakukan pekerjaan lembur, datang terlambat, memperpanjang waktu istirahat, terus menerus mengeluh dan tidak mau mematuhi instruksi.
Gejala yang sedang dialami karyawan tersebut tentunya membuat manajemen kecewa. Yang pertama dipertanyakan adalah apa yang akan dilakukan terhadap karyawan yang berperilaku seperti itu. Kalau dilakukan tindakan tegas, misalnya merumahkan, namun manajer akan kesulitan menemukan gantinya. Mengapa demikian? Karena karyawan bersangkutan memiliki keterampilan yang tidak banyak orang lain miliki. Ketrampilannya sangat unik dan keunggulannya sangat potensial di atas stanadar perusahaan. Jadi apakah manajer akan membiarkannya dengan resiko suasana kerja kurang nyaman atau sebaiknya manajer mencari penggantinya. Yakni dengan melatih karyawan lain dan atau mencari karyawan baru dengan persyaratan insentif tertentu. Di sisi lain perlu diupayakan bagaimana caranya agar perilaku karyawan yang “bandel tapi trampil” itu tidak ditiru oleh karyawan lainnya.
Kasus berikutnya juga sering membuat pihak manajemen bingung dalam mengambil tindakan kepada karyawan tertentu yang menyangkut kedisiplinan kerja. Dari hasil pengamatannya diperoleh kesimpulan ada hubungan positif antara motivasi kerja karyawan dengan tingkat kedisiplinannya untuk masuk kerja. Makin tinggi motivasi makin tinggi pula derajad kedisiplinan karyawan. Begitu pula didapatkan ada hubungan positif antara kedisiplinan kerja dengan derajad kerja keras karyawan.
Hasil pengamatan ini seharusnya menggembirakan manajer namun kenyataannya tidak demikian. Ternyata dari temuan aspek lainnya tidak terdapat hubungan positif antara kerja keras dengan mutu kerja. Padahal manajemen kompensasi sudah sangat memuaskan karyawan. Sementara suasana kehidupan kerja di perusahaan ini juga tergolong kondusif. Dengan demikian tampak kerja keras disertai etika kedisiplinan dari karyawan tidak menjamin akan menentukan mutu kerja yang dihasilkannya. Berarti pula masih ada faktor lain yang berhubungan dengan mutu kerja. Nah setelah dilakukan pengamatan mendalam oleh manajer itu ternyata karyawan bersangkutan hanya sebatas kerja keras dan disiplin tinggi tetapi tidak bekerja secara cerdas. Kinerjanya biasa-biasa saja bahkan cenderung di bawah standar perusahaan.
Kasus yang menimpa beberapa karyawan yang menyangkut kedisiplinan di satu sisi dan sisi lain tentang kinerja mendorong pihak manajemen untuk menerapkan manajemen kedisiplinan karyawan yang efektif. Derajad kasus pertama relatif lebih rumit ketimbang kasus kedua. Kasus pertama lebih pada aspek kepribadian sedang pada kasus kedua lebih pada kemampuan atau ketrampilan. Mengatasi masalah kepribadiaan membutuhkan pendakatan dan waktu yang lebih intensif. Pasalnya mengidentifikasi masalah kepribadian seseorang sifatnya lebih kompleks ketimbang hanya masalah lemahnya ketrampilan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakdisiplinan, misalnya, dapat berupa faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik dari yang bersangkutan. Sementara tingkat ketrampilan lebih ditentukan oleh faktor intrinsik bersangkutan. Kalau karyawan pada kasus kedua dapat diatasi dengan pelatihan dan pengembangan. Sedang karyawan pada kasus pertama selain pelatihan tentang kepribadian juga perlu bimbingan-bimbingan kepribadian secara intensif. Intinya adalah bagaimana talenta yang dimiliki karyawan bersangkutan dapat diubah dari kemampuan bekerja sendiri menjadi talenta yang berkemampuan bekerja dalam suatu tim yang kompak dengan tingkat kedisiplinan tinggi.
Karena itu dalam menerapkan manajemen kedisiplinan karyawan yang efektif maka perusahaan harus memiliki suatu perencanaan pengembangan kedisipilinan yang terarah. Yakni mulai dari langkah mengidentifikasi tipologi ketidakdisiplinan kerja dan masalahnya, menganalisis faktor-faktor penyebab timbulnya ketidakdisiplinan, pembuktian di lapangan, perencanaan operasional pengembangan kedisiplinan kerja, implementasi rencana pendisiplinan kerja termasuk proses pengendaliannya, dan pengembangan umpan balik program pendisiplinan, serta evaluasi sejauh mana keberhasilan pelaksanaan program pendisiplinan kerja karyawan.
http://ronawajah.wordpress.com/2009/03/05/manajemen-kedisiplinan-karyawan/
Jumat, 08 Oktober 2010
Manajemen Pemasaran
Manajemen Pemasaran
Written by Mr. Endi on August 22, 2009 – 7:38 am -
Kegiatan Promosi
Ketika suatu produk telah dilepas di pasaran maka tujuan utama pemasaran agar terjadinya penjualan adalah dengan adanya konsumen. Untuk merangkul konsumen agar mendukung terjadinya penjualan maka diperlukan juga manajemen pemasaran yang terorganisasi dengan baik. Salah satu manajemen pemasaran yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan promosi. Promosi sendiri dapat didefinisikan sebagai daya upaya atau kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untukmengenalkan produk kepada konsumen dengan tujuan utama untuk membujuk konsumen agar mendukung terjadinya transaksi penjualan. Dalam melakukan suatu promosi diperlukan strategi pemasaran yang optimal agar didapatkan hasil yang maksimal pula.
Dalam melakukan kegiatan promosi yang saat ini sedang ng-trend digunakan oleh kebanyakan perusahaan adalah dengan malakukan kombinasi teknik promosi yang terdiri atas penjualan yang dilakukan secara pribadi atau sering lebih dikenal dengan istilah ‘personal selling’, promosi yang dilakukan dengan cara melalui iklan yang dapat dilakukan baik dengan media elektronik da media cetak, promosi dengan jalan publikasi yang biasanya dilakukan pada event-event tertentu yang biasanya bersifat dapat mengkumpulkan masa yang besar, dan terakhir adalah promosi dengan cara door to door dimana hal ini lebih dikenal dengan istilah ‘sales promotion’.
http://go-kerja.com/manajemen-pemasaran/
Written by Mr. Endi on August 22, 2009 – 7:38 am -
Kegiatan Promosi
Ketika suatu produk telah dilepas di pasaran maka tujuan utama pemasaran agar terjadinya penjualan adalah dengan adanya konsumen. Untuk merangkul konsumen agar mendukung terjadinya penjualan maka diperlukan juga manajemen pemasaran yang terorganisasi dengan baik. Salah satu manajemen pemasaran yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan promosi. Promosi sendiri dapat didefinisikan sebagai daya upaya atau kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untukmengenalkan produk kepada konsumen dengan tujuan utama untuk membujuk konsumen agar mendukung terjadinya transaksi penjualan. Dalam melakukan suatu promosi diperlukan strategi pemasaran yang optimal agar didapatkan hasil yang maksimal pula.
Dalam melakukan kegiatan promosi yang saat ini sedang ng-trend digunakan oleh kebanyakan perusahaan adalah dengan malakukan kombinasi teknik promosi yang terdiri atas penjualan yang dilakukan secara pribadi atau sering lebih dikenal dengan istilah ‘personal selling’, promosi yang dilakukan dengan cara melalui iklan yang dapat dilakukan baik dengan media elektronik da media cetak, promosi dengan jalan publikasi yang biasanya dilakukan pada event-event tertentu yang biasanya bersifat dapat mengkumpulkan masa yang besar, dan terakhir adalah promosi dengan cara door to door dimana hal ini lebih dikenal dengan istilah ‘sales promotion’.
http://go-kerja.com/manajemen-pemasaran/
Marketing Promosi Produk Lewat "Social Media"
Marketing
Promosi Produk Lewat "Social Media"
Senin, 4 Oktober 2010 | 15:16 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Aktivitas pencarian melalui online akan semakin berkembang jika digabungkan dengan social media. Dengan adanya penggabungan kedua hal tersebut, diharapkan brand akan menjadi lebih dekat dengan konsumen. Demikian disampaikan Google Head of Agency Relation SEA, Anand Tilak, dalam seminar "Digital Is Now", Senin (4/10/2010), di Hotel Dharmawangsa, Jakarta.
"Kegiatan searching dan social media harus melebur seperti join forces karena perkembangan social media kini semakin tumbuh orang menceritakan apa saja yang dilakukannya melalui social media," ujar Anand.
Ia mengungkapkan dengan penggabungan social media dalam search engine, konsumen akan semakin mudah menemukan produk yang mereka inginkan. Selain itu, akan semakin banyak informasi yang didapatnya.
Menurut Anand ada dua tipe pembeli produk yakni yang melakukan kegiatan seacrhing dan yang tidak. "Bagi konsumen tipe searcher dia akan memiliki info tentang produk yang lebih akurat, mempunya hasrat mengeluarkan uang dan untuk membeli produk tersebut dibandingkan dengan yang tidak," ujarnya.
Pengiklan menurut Anand telah menyia-nyiakan uangnya dengan memasang iklan di berbagai media. Padahal, yang terpenting adalah bagaimana brand lebih dekat dengan konsumen, salah satunya adalah dengan teknik pencarian. "Pencarian adalah spot 30 detik bagi marketing modern yang terjamin mencapai target dan terpercaya," ungkapnya.
Meski begitu besar dampaknya, Anand mengakui pendorong pertama konsumen untuk mencari info tentang produk adalah melalui iklan di media massa. "Jadi keduanya, baik offline campaign lewat media massa maupun online campaign (internet) harus digabungkan," ungkap Anand.
Oleh karena itu, kini brand harus memiliki strategi yang tepat kepada konsumennya. "Jangan sampai konsumen tidak menemukan produk Anda. Salah satu kuncinya memang perbanyak keyword. Makin banyak keyword bagus, kalau kurang itu tidak baik," ujar Anand.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/10/04/15164041/Promosi.Produk.Lewat.Social.Media
Promosi Produk Lewat "Social Media"
Senin, 4 Oktober 2010 | 15:16 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Aktivitas pencarian melalui online akan semakin berkembang jika digabungkan dengan social media. Dengan adanya penggabungan kedua hal tersebut, diharapkan brand akan menjadi lebih dekat dengan konsumen. Demikian disampaikan Google Head of Agency Relation SEA, Anand Tilak, dalam seminar "Digital Is Now", Senin (4/10/2010), di Hotel Dharmawangsa, Jakarta.
"Kegiatan searching dan social media harus melebur seperti join forces karena perkembangan social media kini semakin tumbuh orang menceritakan apa saja yang dilakukannya melalui social media," ujar Anand.
Ia mengungkapkan dengan penggabungan social media dalam search engine, konsumen akan semakin mudah menemukan produk yang mereka inginkan. Selain itu, akan semakin banyak informasi yang didapatnya.
Menurut Anand ada dua tipe pembeli produk yakni yang melakukan kegiatan seacrhing dan yang tidak. "Bagi konsumen tipe searcher dia akan memiliki info tentang produk yang lebih akurat, mempunya hasrat mengeluarkan uang dan untuk membeli produk tersebut dibandingkan dengan yang tidak," ujarnya.
Pengiklan menurut Anand telah menyia-nyiakan uangnya dengan memasang iklan di berbagai media. Padahal, yang terpenting adalah bagaimana brand lebih dekat dengan konsumen, salah satunya adalah dengan teknik pencarian. "Pencarian adalah spot 30 detik bagi marketing modern yang terjamin mencapai target dan terpercaya," ungkapnya.
Meski begitu besar dampaknya, Anand mengakui pendorong pertama konsumen untuk mencari info tentang produk adalah melalui iklan di media massa. "Jadi keduanya, baik offline campaign lewat media massa maupun online campaign (internet) harus digabungkan," ungkap Anand.
Oleh karena itu, kini brand harus memiliki strategi yang tepat kepada konsumennya. "Jangan sampai konsumen tidak menemukan produk Anda. Salah satu kuncinya memang perbanyak keyword. Makin banyak keyword bagus, kalau kurang itu tidak baik," ujar Anand.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/10/04/15164041/Promosi.Produk.Lewat.Social.Media
Marketing Produk Baru Tanpa Budget Promosi
Marketing Produk Baru Tanpa Budget Promosi (1)
Posted: 12 Februari 2009 by Iwan Setiawan in Selling
Tag:Budget marketing, Budget promosi, grosir, Market leader, penetrasi pasar, Produk baru, Strategi Marketing, supermarket, toko
24
Salah satu teman di milis MC-ers bertanya mengenai bagaimana memasarkan produk baru, tanpa budget marketing dan menghadapai pemimpin pasar yang sudah melakukan penetrasi pasar sangat kuat.
Pertanyaan ini mengingatkan saya pada sepenggal kehidupan saya yang pernah merintis pemasaran produk baru beberapa tahun silam. Dua kali merintis pemasaran produk baru dan ternyata menuai sukses, mendorong saya untuk membagikan sedikit ilmu ini kepada rekan-rekan marketer.
Produk Pertama yang saya pasarkan adalah pasta gigi, sebut saja merek X. Pasta gigi ini belum ada dipasaran sama sekali saat itu, harganya 2 kali lebih mahal dari market leader, perusahaan juga tidak memiliki budget promosi yang cukup untuk memperkanalkan produk ini secara luas. Namun yang membuat saya optimis untuk memasarkan, produk ini memiliki kelebihan dibanding market leader dan produk lainya. Selain cepat bersih, produk ini juga tidak banyak menimbulkan busa dan mampu mengobati gusi berdarah dan sakit gigi.
Awalnya saya tidak begitu risau dengan kondisi ini, saya pikir sama saja dengan memasarkan produk lain yang pernah saya pasarkan sebelumnya. Apalagi saya sudah banyak kenal dengan pemilik toko di salah satu kota di Jawa Timur. Dengan gaya sales kanvas pada umumnya, saya memulai langkah untuk masuk ke toko-toko dan grosir. Toko demi toko dilalui, namun sampai sore hari ternyata tidak satupun produk saya terjual. Jangankan terjual, untuk sekedar titip saja mereka tidak mau, karena yakin produk itu tidak akan laku dipasaran.
Keesokan harinya, saya mencoba merubah target pasar, dari toko dan grosir ke warung-warung kecil dipinggiran kota, dengan harapan tidak mudah terbaca oleh pemasaran langsung sang market leader.
Namun lagi-lagi warung-warung kecil inipun menolak. Disini saya baru mulai sadar, bahwa saya menghadapi tantangan yang tidak ringan. Semalaman tidak bisa tidur, berpikir bagaimana cara agar produk ini bisa laku keras.
Ide-idepun datang silih berganti, dan akhirnya sampai pada satu kesimpulan bahwa saya harus menemukan pengguna produk terlebih dahulu, baru membangun jalur distribusi.
Keesokan harinya, saya minta produk sampel dengan ukuran kecil dari kantor. Sekarang tidak ke warung-warung lagi, tapi ke rumah Pak RT, Ibu Ketua Arisan, Ketua PKK, Ketua Dharma Wanita, Ketua Pengajian dan orang-orang yang berpotensi memiliki komunitas. Disitu saya menanyakan kapan acara-acara mereka diadakan dan minta sedikit waktu untuk memperkenalkan produk saya.
Dalam waktu satu minggu, saya telah mengantongi puluhan jadwal arisan, pengajian, yasinan, selamatan dan acara lainya. Ketika waktunya telah tiba, sayapun datang dengan membawa produk sampel yang sudah disiapkan sebelumnya.
Di acara itulah, saya mulai memperkenalkan produk, menjelaskan manfaat dan kelebihan produk dibanding produk lain sejenis. Di akhir sesi, saya sempatkan membagi produk sampel ke peserta. Kata-kata terakhir saya berpesan bahwa nanti jika merasa cocok dengan produk saya, Bapak Ibu bisa membeli di warung Bu Darmi, warung terdekat yang telah saya survey sebelumnya.
Setelah itu tugas saya adalah mendatangi warung Bu Darmi dan memberitahukan bahwa saya telah merekomendasikan warga sekitar untuk membeli produk pada warung miliknya. Lalu saya titipkan produk saya sebanyak 3 pcs.
Dua hari berikutnya, saya kunjungi kembali warung Bu Darmi untuk melakukan pengecekan produk. Nah..ternyata pancingan saya mulai berhasil, produk saya laku 2 pcs, jadi tinggal 1 cs. Penempatan produk yang hanya 3 pcs ini memang sengaja. Agar meskipun terjual 1 atau 2 pcs, produk kita terlihat laku keras, karena warung tidak melihat berapa yang laku, tapi berapa yang tersisa.
Melihat produk saya yang “laku keras” ini, Bu Darmi bersedia membeli secara cash, bahka Ia minta 2 lusin sekaligus. Tapi saya tidak terpancing, saya hanya bersedia memberinya 6 pcs produk, sekali lagi ini adalah bagian dari strategi psikologis.
Ternyata hari-hari berikutnya jumlah warga sekitar Bu Darmi yang menggunakan produk saya mulai bertambah. Warung-warung yang menydiakan produk saya seperti Bu Darmi juga jumlahnya bertambah. Setelah jumlahnya semakin banyak, pembentukan jalur distribusi mulai dibutuhkan.
Langkah berikutnya adalah mendatangi toko dan grosir yang lebih besar dari warung Bu Darmi, toko dan grosir ini biasanya menjadi tempat berbelanja warung-warung kecil. Berbekal data penjualan dan data warung yang sudah menjual produk saya, akhirnya toko dan grosir itupun bersedia menyediakan produk saya.
Kemudian saya merekomendasikan toko dan grosir tersebut kepada warung-warung kecil penyedia produk saya yang biasa belanja kesitu. Distribusipun berjalan dan saya tidak lagi harus blusukan (masuk-masuk) ke acara warga atau mendatangi warung-warung kecil lagi di wilayah tersebut. Cukup mengirimkan produk ke toko dan grosir.
Tapi tidak berhenti disitu, perluasan wilayah dengan cara yang sama tetap dilakukan. Sampai teman-teman sales yang lain menjuluki saya sebagai spesialis warung pedesaan. Tapi gak apa-apa, buktinya produk tersebut mampu terserap dengan baik, sedangkan teman-teman lain yang hanya memaksakan masuk ke toko dan grosir, produknya hanya menumpuk di gudang toko dan grosir tersebut. Akibatnya tidak pernah ada repeat order.
Tugas berikutnya adalah memasukkan produk tersebut ke supermarket atau mall. Meyakinkan pihak supermarket bahwa produk ini akan laku memang tidak mudah. Tapi akhirnya dengan data penjualan, mereka menjadi percaya bahwa produk tersebut laku.
Dan ternyata produk ini memang laku di supermarket. Bagaimana tidak, jika konsumen sudah dibangun sedemikian rupa, sehingga bukan hanya sekedar kenal, tapi sudah menjadi pengguna potensial sebelumnya. Mungkin mereka adalah salah satu dari anggota arisan yang pernah saya kasih sampel produk dan telah berlangganan ditempat Bu Darmi.
http://marketingtulen.wordpress.com/2009/02/12/marketing-produk-baru-tanpa-budget-promosi/
Posted: 12 Februari 2009 by Iwan Setiawan in Selling
Tag:Budget marketing, Budget promosi, grosir, Market leader, penetrasi pasar, Produk baru, Strategi Marketing, supermarket, toko
24
Salah satu teman di milis MC-ers bertanya mengenai bagaimana memasarkan produk baru, tanpa budget marketing dan menghadapai pemimpin pasar yang sudah melakukan penetrasi pasar sangat kuat.
Pertanyaan ini mengingatkan saya pada sepenggal kehidupan saya yang pernah merintis pemasaran produk baru beberapa tahun silam. Dua kali merintis pemasaran produk baru dan ternyata menuai sukses, mendorong saya untuk membagikan sedikit ilmu ini kepada rekan-rekan marketer.
Produk Pertama yang saya pasarkan adalah pasta gigi, sebut saja merek X. Pasta gigi ini belum ada dipasaran sama sekali saat itu, harganya 2 kali lebih mahal dari market leader, perusahaan juga tidak memiliki budget promosi yang cukup untuk memperkanalkan produk ini secara luas. Namun yang membuat saya optimis untuk memasarkan, produk ini memiliki kelebihan dibanding market leader dan produk lainya. Selain cepat bersih, produk ini juga tidak banyak menimbulkan busa dan mampu mengobati gusi berdarah dan sakit gigi.
Awalnya saya tidak begitu risau dengan kondisi ini, saya pikir sama saja dengan memasarkan produk lain yang pernah saya pasarkan sebelumnya. Apalagi saya sudah banyak kenal dengan pemilik toko di salah satu kota di Jawa Timur. Dengan gaya sales kanvas pada umumnya, saya memulai langkah untuk masuk ke toko-toko dan grosir. Toko demi toko dilalui, namun sampai sore hari ternyata tidak satupun produk saya terjual. Jangankan terjual, untuk sekedar titip saja mereka tidak mau, karena yakin produk itu tidak akan laku dipasaran.
Keesokan harinya, saya mencoba merubah target pasar, dari toko dan grosir ke warung-warung kecil dipinggiran kota, dengan harapan tidak mudah terbaca oleh pemasaran langsung sang market leader.
Namun lagi-lagi warung-warung kecil inipun menolak. Disini saya baru mulai sadar, bahwa saya menghadapi tantangan yang tidak ringan. Semalaman tidak bisa tidur, berpikir bagaimana cara agar produk ini bisa laku keras.
Ide-idepun datang silih berganti, dan akhirnya sampai pada satu kesimpulan bahwa saya harus menemukan pengguna produk terlebih dahulu, baru membangun jalur distribusi.
Keesokan harinya, saya minta produk sampel dengan ukuran kecil dari kantor. Sekarang tidak ke warung-warung lagi, tapi ke rumah Pak RT, Ibu Ketua Arisan, Ketua PKK, Ketua Dharma Wanita, Ketua Pengajian dan orang-orang yang berpotensi memiliki komunitas. Disitu saya menanyakan kapan acara-acara mereka diadakan dan minta sedikit waktu untuk memperkenalkan produk saya.
Dalam waktu satu minggu, saya telah mengantongi puluhan jadwal arisan, pengajian, yasinan, selamatan dan acara lainya. Ketika waktunya telah tiba, sayapun datang dengan membawa produk sampel yang sudah disiapkan sebelumnya.
Di acara itulah, saya mulai memperkenalkan produk, menjelaskan manfaat dan kelebihan produk dibanding produk lain sejenis. Di akhir sesi, saya sempatkan membagi produk sampel ke peserta. Kata-kata terakhir saya berpesan bahwa nanti jika merasa cocok dengan produk saya, Bapak Ibu bisa membeli di warung Bu Darmi, warung terdekat yang telah saya survey sebelumnya.
Setelah itu tugas saya adalah mendatangi warung Bu Darmi dan memberitahukan bahwa saya telah merekomendasikan warga sekitar untuk membeli produk pada warung miliknya. Lalu saya titipkan produk saya sebanyak 3 pcs.
Dua hari berikutnya, saya kunjungi kembali warung Bu Darmi untuk melakukan pengecekan produk. Nah..ternyata pancingan saya mulai berhasil, produk saya laku 2 pcs, jadi tinggal 1 cs. Penempatan produk yang hanya 3 pcs ini memang sengaja. Agar meskipun terjual 1 atau 2 pcs, produk kita terlihat laku keras, karena warung tidak melihat berapa yang laku, tapi berapa yang tersisa.
Melihat produk saya yang “laku keras” ini, Bu Darmi bersedia membeli secara cash, bahka Ia minta 2 lusin sekaligus. Tapi saya tidak terpancing, saya hanya bersedia memberinya 6 pcs produk, sekali lagi ini adalah bagian dari strategi psikologis.
Ternyata hari-hari berikutnya jumlah warga sekitar Bu Darmi yang menggunakan produk saya mulai bertambah. Warung-warung yang menydiakan produk saya seperti Bu Darmi juga jumlahnya bertambah. Setelah jumlahnya semakin banyak, pembentukan jalur distribusi mulai dibutuhkan.
Langkah berikutnya adalah mendatangi toko dan grosir yang lebih besar dari warung Bu Darmi, toko dan grosir ini biasanya menjadi tempat berbelanja warung-warung kecil. Berbekal data penjualan dan data warung yang sudah menjual produk saya, akhirnya toko dan grosir itupun bersedia menyediakan produk saya.
Kemudian saya merekomendasikan toko dan grosir tersebut kepada warung-warung kecil penyedia produk saya yang biasa belanja kesitu. Distribusipun berjalan dan saya tidak lagi harus blusukan (masuk-masuk) ke acara warga atau mendatangi warung-warung kecil lagi di wilayah tersebut. Cukup mengirimkan produk ke toko dan grosir.
Tapi tidak berhenti disitu, perluasan wilayah dengan cara yang sama tetap dilakukan. Sampai teman-teman sales yang lain menjuluki saya sebagai spesialis warung pedesaan. Tapi gak apa-apa, buktinya produk tersebut mampu terserap dengan baik, sedangkan teman-teman lain yang hanya memaksakan masuk ke toko dan grosir, produknya hanya menumpuk di gudang toko dan grosir tersebut. Akibatnya tidak pernah ada repeat order.
Tugas berikutnya adalah memasukkan produk tersebut ke supermarket atau mall. Meyakinkan pihak supermarket bahwa produk ini akan laku memang tidak mudah. Tapi akhirnya dengan data penjualan, mereka menjadi percaya bahwa produk tersebut laku.
Dan ternyata produk ini memang laku di supermarket. Bagaimana tidak, jika konsumen sudah dibangun sedemikian rupa, sehingga bukan hanya sekedar kenal, tapi sudah menjadi pengguna potensial sebelumnya. Mungkin mereka adalah salah satu dari anggota arisan yang pernah saya kasih sampel produk dan telah berlangganan ditempat Bu Darmi.
http://marketingtulen.wordpress.com/2009/02/12/marketing-produk-baru-tanpa-budget-promosi/
Effektifkah promosi melalui situs iklan?.
Effektifkah promosi melalui situs iklan?.
Posted on June 5, 2010
Promosi tepatnya mempromosikan bisnis yang anda geluti baik bisnis konvensional maupun bisnis online menjadi sangat penting pada saat ini. Dengan promosi ini, bisnis Anda dapat dikenali oleh calon pelangggan Anda sehingga konsumen dapat mengakses produk Anda dengan cepat, mudah dan murah. Apalagi bagi Anda yang selama ini menggeluti bisnis di internet tentu sudah familiar dengan internet marketing. Secara sederhana internet marketing dapat diartikan sebagai sebuah metode pemasaran bisnis dengan memanfaatkan media internet.
Tentu kita sering bertanya : mengapa harus harus mempromosikan bisnis melalui internet? Bukankah melalui media yang lain, bisnis kita tetap melaju kencang? Apa malah bisa menambah biaya jika mempromosikan bisnis kita melalui internet? Ngga ah, rumit itu pake internet marketing.
Itu beberapa pertanyaan inilah yang sering menggelayuti pikiran saya, termasuk Anda barangkali. Beberapa hari yang lalu saya menerima pesan dari GM. Susanto, seorang internet marketer yang sukses memasarkan affiliate ClickBank, ia membagikan pengalamanya selama ini sebagai seorang internet marketer yang sukses. Ia menyebutkan beberapa alasan mengapa internet marketing tepatnya bagaimana mempromosikan bisnis via internet itu menjadi sangat penting terutama pada saat ini.
Salah satu alasan yang sangat penting yang mendasari adalah dari segi pembiayaan pemasaran via internet yang relatif lebih murah dibandingkan dengan pemasaran secara konvensional. Bagaimana tidak, karena pemasaran melalui internet lebih fokus, atau sangat tertarget. Bahkan biaya yang dikeluarkan relatif lebih rendah dibanding pemasaran offline. Sehingga biaya yang dikeluarkan untuk pemasaran juga menjadi lebih effektif dan effisien.
Berbagai metode internet marketing sudah dilakukan para pebisnis online dan kesemuanya memberikan hasil yang menakjubkan. Salah satu yang telah dilaksanakan selama ini adalah dengan mempromosikan bisnis di internet dengan beriklan di media iklan online. Situs iklan yang kini banyak bertebaran di internet. Bahkan dengan fasilitas yang bagus untuk mempromosikan bisnis anda, bukan hanya iklan baris tanpa atau dengan image, sekarang ini banyak situs iklan yang menyediakan iklan banner dan iklan premium dengan murah.
Bahkan sekarang ini kalau Anda rajin browsing di internet Anda akan menemui beberapa situs iklan yang menawarkan pemasangan iklan secara gratis. Situs-situs iklan ini ada yang menawarkan paket iklan gratis dengan mendaftar lebih dahulu, namun banyak juga yang menawarkan paket iklan gratis tanpa harus mendaftar, langsung online. Situs-situs seperti ini dapat Anda manfaatkan untuk menjaring pelanggan dan meningkatkan kinerja bisnis Anda. Tidak ada salahnya Anda memanfaatkan yang gratisan seperti toh memang sudah sengaja disediakan oleh pemilik situs. Iya, kan?
Salah satu situs iklan gratis yang sedang berkembang dan mulai dibanjiri para pemasang iklan adalah situs iklan gratis online. Situs ini menyediakan fasilitas untuk para pebisnis online maupun offline untuk dapat pasang iklan secara gratis tanpa harus mendaftar sama sekali dan iklan Anda langsung online pada saat itu juga tanpa menunggu aktivasi iklan oleh admin situs. Wahhhh……menarik sekali! Betul !!! Selain menyediakan fasilitas iklan gratis, situs ini juga menawarkan paket pemasangan iklan banner dan iklan premium dengan biaya pasang yang murah. Bener, coba dech ….Anda bisa mengunjungi situsnya dan langsung pasang iklan Anda
Bahkan kalau mau saat ini sudah ada situs iklan baris gratis yang menyediakan pemasangan iklan ke beberapa siktus iklan gratis sekali klik. Anda bisa masuk ke Spyonad, situs iklan gratis yang menyediakan fasilitas penyebaran iklan anda ke puluhan situs iklan secara gratis. Boleh dicoba lho.
Bagaimana …sudah siapkah Anda para pebisnis untuk memasarkan bisnisnya dengan internet marketing? Silahkan manfaatkan layanan situs iklan gratis atau media iklan online lainya. Pertanyaanya effektifkah memperomosikan produka anda melalui situs-situs iklan online ini? Silahkan sharing dengan teman-teman yang lain di sini. Trima kasih dan Salam sukses
http://www.sugiana.com/mengeffektifkan-promosi-melalui-situs-iklan/.html
Posted on June 5, 2010
Promosi tepatnya mempromosikan bisnis yang anda geluti baik bisnis konvensional maupun bisnis online menjadi sangat penting pada saat ini. Dengan promosi ini, bisnis Anda dapat dikenali oleh calon pelangggan Anda sehingga konsumen dapat mengakses produk Anda dengan cepat, mudah dan murah. Apalagi bagi Anda yang selama ini menggeluti bisnis di internet tentu sudah familiar dengan internet marketing. Secara sederhana internet marketing dapat diartikan sebagai sebuah metode pemasaran bisnis dengan memanfaatkan media internet.
Tentu kita sering bertanya : mengapa harus harus mempromosikan bisnis melalui internet? Bukankah melalui media yang lain, bisnis kita tetap melaju kencang? Apa malah bisa menambah biaya jika mempromosikan bisnis kita melalui internet? Ngga ah, rumit itu pake internet marketing.
Itu beberapa pertanyaan inilah yang sering menggelayuti pikiran saya, termasuk Anda barangkali. Beberapa hari yang lalu saya menerima pesan dari GM. Susanto, seorang internet marketer yang sukses memasarkan affiliate ClickBank, ia membagikan pengalamanya selama ini sebagai seorang internet marketer yang sukses. Ia menyebutkan beberapa alasan mengapa internet marketing tepatnya bagaimana mempromosikan bisnis via internet itu menjadi sangat penting terutama pada saat ini.
Salah satu alasan yang sangat penting yang mendasari adalah dari segi pembiayaan pemasaran via internet yang relatif lebih murah dibandingkan dengan pemasaran secara konvensional. Bagaimana tidak, karena pemasaran melalui internet lebih fokus, atau sangat tertarget. Bahkan biaya yang dikeluarkan relatif lebih rendah dibanding pemasaran offline. Sehingga biaya yang dikeluarkan untuk pemasaran juga menjadi lebih effektif dan effisien.
Berbagai metode internet marketing sudah dilakukan para pebisnis online dan kesemuanya memberikan hasil yang menakjubkan. Salah satu yang telah dilaksanakan selama ini adalah dengan mempromosikan bisnis di internet dengan beriklan di media iklan online. Situs iklan yang kini banyak bertebaran di internet. Bahkan dengan fasilitas yang bagus untuk mempromosikan bisnis anda, bukan hanya iklan baris tanpa atau dengan image, sekarang ini banyak situs iklan yang menyediakan iklan banner dan iklan premium dengan murah.
Bahkan sekarang ini kalau Anda rajin browsing di internet Anda akan menemui beberapa situs iklan yang menawarkan pemasangan iklan secara gratis. Situs-situs iklan ini ada yang menawarkan paket iklan gratis dengan mendaftar lebih dahulu, namun banyak juga yang menawarkan paket iklan gratis tanpa harus mendaftar, langsung online. Situs-situs seperti ini dapat Anda manfaatkan untuk menjaring pelanggan dan meningkatkan kinerja bisnis Anda. Tidak ada salahnya Anda memanfaatkan yang gratisan seperti toh memang sudah sengaja disediakan oleh pemilik situs. Iya, kan?
Salah satu situs iklan gratis yang sedang berkembang dan mulai dibanjiri para pemasang iklan adalah situs iklan gratis online. Situs ini menyediakan fasilitas untuk para pebisnis online maupun offline untuk dapat pasang iklan secara gratis tanpa harus mendaftar sama sekali dan iklan Anda langsung online pada saat itu juga tanpa menunggu aktivasi iklan oleh admin situs. Wahhhh……menarik sekali! Betul !!! Selain menyediakan fasilitas iklan gratis, situs ini juga menawarkan paket pemasangan iklan banner dan iklan premium dengan biaya pasang yang murah. Bener, coba dech ….Anda bisa mengunjungi situsnya dan langsung pasang iklan Anda
Bahkan kalau mau saat ini sudah ada situs iklan baris gratis yang menyediakan pemasangan iklan ke beberapa siktus iklan gratis sekali klik. Anda bisa masuk ke Spyonad, situs iklan gratis yang menyediakan fasilitas penyebaran iklan anda ke puluhan situs iklan secara gratis. Boleh dicoba lho.
Bagaimana …sudah siapkah Anda para pebisnis untuk memasarkan bisnisnya dengan internet marketing? Silahkan manfaatkan layanan situs iklan gratis atau media iklan online lainya. Pertanyaanya effektifkah memperomosikan produka anda melalui situs-situs iklan online ini? Silahkan sharing dengan teman-teman yang lain di sini. Trima kasih dan Salam sukses
http://www.sugiana.com/mengeffektifkan-promosi-melalui-situs-iklan/.html
Promosi dalam Marketing yang Paling Dasar
Promosi dalam Marketing yang Paling Dasar
Pemasaran merupakan sendi, atau Pokok induk dari sebuah perusahaan. Baik itu perusahaan berupa barang, atau pun jasa. Bagian dari sebuah pemasaran yang paling awal adalah pesan. Pesan melalui sebuah komunikasi. Pesan merupakan komunikasi yang harus bisa dijalankan dalam sebuah product. Misalnya calon pembeli sudah tahu produk kita, disitu sebuah citra atau image dari Produk yang akan kita pasarkan sudah ada komunikasi. Sudah ada pesan. Dan tentunya sudah ada daya tarik tersendiri dari pembeli tersebut. Entah itu positif atau-pun negatif. Itu perlu kita lakukan.
Kemudian adanya merk dagang. Itu perlu agar adanya Brand dari produk yang akan kita pasarkan mendapat respon. Branding dalam pemasaran itu penting. Kenapa perlu? Branding merupakan Baju, wajah atau-pun icon. Apabila produk kita sudah punya Brand terhadap calon pembeli, tentu saja pembeli akan selalu mengingat barang anda.
Dan yang paling penting, program promosilah yang merupakan saluran komunikasi yang utama terhadap calon pembeli. Ia akan membantu kita merencanakan program promosi yang efektif, jika kita tinjau sebentar teori komunikasi dan kita tunjuan penerapannya terhadap pengembangan strategi promosi.
Metode Promosi
Dalam mempromosikan sebuah barang atau produk, perlu yang namanya metode. Dan lebih penting lagi, jika dilakukan.
Alat-alat yang perlu dilakukan dalam promosi untuk membangun penjualan produk atau pun barang anda, Promosi yang efektif adalah sebagai berikut :
Iklan
yup.... gunakanlah layanan Iklan.
kenapa iklan? karena dengan menggunakan iklan, produk anda akan mudah dikenal oleh orang lain. Apabila lewat Offline, bisa menggunakan Koran ataupun majalah sebagai media promosi produk anda.
Dan apabila meinginginkan atau menggunakan online, sungguh mudah, gunakanlah layanan iklan gratis. Sungguh banyak layanan iklan yang menyediakan secara gratis. Dan bila perlu, gunakanlah website ataupun blog sebagai wadah anda dalam berpromosi produk anda. Itu sebagai contoh kecil saja.
http://www.ilmu-marketing.co.cc/2009/05/strategi-promosi-pemasaran.html
Pemasaran merupakan sendi, atau Pokok induk dari sebuah perusahaan. Baik itu perusahaan berupa barang, atau pun jasa. Bagian dari sebuah pemasaran yang paling awal adalah pesan. Pesan melalui sebuah komunikasi. Pesan merupakan komunikasi yang harus bisa dijalankan dalam sebuah product. Misalnya calon pembeli sudah tahu produk kita, disitu sebuah citra atau image dari Produk yang akan kita pasarkan sudah ada komunikasi. Sudah ada pesan. Dan tentunya sudah ada daya tarik tersendiri dari pembeli tersebut. Entah itu positif atau-pun negatif. Itu perlu kita lakukan.
Kemudian adanya merk dagang. Itu perlu agar adanya Brand dari produk yang akan kita pasarkan mendapat respon. Branding dalam pemasaran itu penting. Kenapa perlu? Branding merupakan Baju, wajah atau-pun icon. Apabila produk kita sudah punya Brand terhadap calon pembeli, tentu saja pembeli akan selalu mengingat barang anda.
Dan yang paling penting, program promosilah yang merupakan saluran komunikasi yang utama terhadap calon pembeli. Ia akan membantu kita merencanakan program promosi yang efektif, jika kita tinjau sebentar teori komunikasi dan kita tunjuan penerapannya terhadap pengembangan strategi promosi.
Metode Promosi
Dalam mempromosikan sebuah barang atau produk, perlu yang namanya metode. Dan lebih penting lagi, jika dilakukan.
Alat-alat yang perlu dilakukan dalam promosi untuk membangun penjualan produk atau pun barang anda, Promosi yang efektif adalah sebagai berikut :
Iklan
yup.... gunakanlah layanan Iklan.
kenapa iklan? karena dengan menggunakan iklan, produk anda akan mudah dikenal oleh orang lain. Apabila lewat Offline, bisa menggunakan Koran ataupun majalah sebagai media promosi produk anda.
Dan apabila meinginginkan atau menggunakan online, sungguh mudah, gunakanlah layanan iklan gratis. Sungguh banyak layanan iklan yang menyediakan secara gratis. Dan bila perlu, gunakanlah website ataupun blog sebagai wadah anda dalam berpromosi produk anda. Itu sebagai contoh kecil saja.
http://www.ilmu-marketing.co.cc/2009/05/strategi-promosi-pemasaran.html
Kamis, 07 Oktober 2010
Pusat Batik Thamrin Patok Omset Ambisius Rp 3,5 M
Pusat Batik Thamrin Patok Omset Ambisius Rp 3,5 M
08 Feb 2010
• Harian Ekonomi Neraca
• Industri
NERACA
Jakarta - Mudah mudahan ini bukanlah target ambisius. Pasalnya pusat batik nusantara di Thamrin City yang baru saja dibuka akhir pekan lalu menargetkan omset hingga Rp 3,5 miliar. Tentu saja ini membutuhkan kerja keras dari si pengelolanya.
CEO PT Jakarta Realty, pengembang Thamrin City, Hadi Satyagraha mengatakan optimis dapat mencapai omzet tesebut. Disitu juga sudah ada sebanyak 4.750 pedagang dan pengrajin batik. Adapun pengunjungnya mencapai 30 orang per hari.
"Saat itu pameran batik hanya diadakan beberapa hari saja dalam seminggu, tapi karena animo masyarakat positif makanya akan digelar setiap hari melalui peresmian Pusat Batik Nusantara," ungkapnya, akhir pekan lalu di Jakarta.
Selain itu, Hadi juga membidik omset di luar pameran 5°besar Rp 75,6 juta dari 101 pedagang dengan total pengunjung mencapai 656 orang. Hanya saja, ini berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan. Para pedagang batik dan peserta pameran mengatakan penjualanya sangat sepi. Dari pantauan Neraca, terlihat banyak pemilik kios yang menunggu pembeli datang. Salah satunya Asril Basuki salah seorang pedagang batik yang menempati salah satu kios di Thamrin city sejak setahun lalu. "Ini tempat yang paling sepi, sudah tiga tahun dibuka pengunjungnya masih begini-begini saja," terangnya.
Asril mengatakan hanya mampu menjual 80 potong perbulan. Padahal di kios lainnya yang iamiliki penjual bisa diatas angka tersebut. "Sepi ini karena kesalahan pengo-laan gedung, seharusnya mereka bisa kasih promosi biar ramai sehingga nggak kelihatan kosong, dimana-mana kalau pertokoan baru paling sepinya cuma 1 -2 tahun pertama saja," jelasnya.
Penuturan yang tak jauh berbeda juga diutarakan Ahmad pengerajin tembaga dari kota gede Jogyakarta yang mengikuti pameran ini sekitar 4 hari lalu mengatakan pameran sangat sepi pengunjung. "Satu hari saya paling hanya menjual 1 sampai 2 kerajian," ungkapnya.
Dirinya yang membawa beberapa model Bros dan ikat pinggang dari lembaga dengan harga dari Rp 15.000 hingga Rp 150.000 sedikit kecewa dengan keadaan ini. "Rencananya kita cuma seminggu sih disini, kalau sepi begini nggak niat untuk diperpanjang lagi," urainya.
Dia mengakui keikut-sertaanya dalam pameran ini karena ajakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan di daerahnya. "Untung biaya pulang perginya mereka yang bayar," jelasnya Keluhan yang tak jauh berbeda juga di ungkapkan Sutini pengerajin batik dari Solo, setelah lebih dari 5 hari jualan di Tham- , rin City, dirinya hanya mampu menjual sekitar 2-3 potong kain batik. "Disini sepi mbak, pengunjungnya juga jarang, padahal harganya sudah di obral," terangnya.
Berdasarkan pantauan Neraca, di Thamrin City memang sangat sepi,banyak kios yang masih kosong. Namun harga jual batik yang berasal dari pengrajin UKM sangat bervariasi. Dari mulai kemeja pria yang merupakan batik cap dapat di beli dengan harga Rp 100.000 tiga buah.
Sedang untuk batik tulis mulai dari harga Rp 100.000 per potong hingga Rp Rp 6 juta. Untuk ase-soris batik, seperti bros dan ikat pinggang dijual dengan harga mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 200.000. Sedangkan untuk batik dalam bentuk lain seperti tas di jual mulai harga Rp 20.000, sepatu dan sandal batik di jual mulai dengan Rp 25.000.
Nah, kehadiran pusat penjualan batik di Thamrin City tak membuat gentar pengusaha lain yang menjual produk serupa. Seperti pusat perbelanjaan Sarinah. Muhammad Rusdie, Manager Humas Sarinah mengaku, tetap optimis usaha baliknya akan sulit tersaingi. Sebab, ikon Sarinah sebagai lokasi penjualan aneka batik dan kerajinan sudah terkenal lama.
Selain itu, menurut Rusdie, para mitra bisnisnya tetap melihat Sarinah sebagai lokasi usaha strategis karena kerap menjadi pilihan kunjungan wajib para turis. "Kita memiliki banyak keungggulan," ujarnya. Adapun keunggulannya adalah Sarinah membantu pinjaman kepada para mitra usahanya yang rata-rata berskala Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Pinjamannya Rp 5 juta - Rp 50 juta dengan bunga 6% pertahun. Dan mereka harus mengembalikan dalam waktu 2
tahun
http://bataviase.co.id/node/87916
08 Feb 2010
• Harian Ekonomi Neraca
• Industri
NERACA
Jakarta - Mudah mudahan ini bukanlah target ambisius. Pasalnya pusat batik nusantara di Thamrin City yang baru saja dibuka akhir pekan lalu menargetkan omset hingga Rp 3,5 miliar. Tentu saja ini membutuhkan kerja keras dari si pengelolanya.
CEO PT Jakarta Realty, pengembang Thamrin City, Hadi Satyagraha mengatakan optimis dapat mencapai omzet tesebut. Disitu juga sudah ada sebanyak 4.750 pedagang dan pengrajin batik. Adapun pengunjungnya mencapai 30 orang per hari.
"Saat itu pameran batik hanya diadakan beberapa hari saja dalam seminggu, tapi karena animo masyarakat positif makanya akan digelar setiap hari melalui peresmian Pusat Batik Nusantara," ungkapnya, akhir pekan lalu di Jakarta.
Selain itu, Hadi juga membidik omset di luar pameran 5°besar Rp 75,6 juta dari 101 pedagang dengan total pengunjung mencapai 656 orang. Hanya saja, ini berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan. Para pedagang batik dan peserta pameran mengatakan penjualanya sangat sepi. Dari pantauan Neraca, terlihat banyak pemilik kios yang menunggu pembeli datang. Salah satunya Asril Basuki salah seorang pedagang batik yang menempati salah satu kios di Thamrin city sejak setahun lalu. "Ini tempat yang paling sepi, sudah tiga tahun dibuka pengunjungnya masih begini-begini saja," terangnya.
Asril mengatakan hanya mampu menjual 80 potong perbulan. Padahal di kios lainnya yang iamiliki penjual bisa diatas angka tersebut. "Sepi ini karena kesalahan pengo-laan gedung, seharusnya mereka bisa kasih promosi biar ramai sehingga nggak kelihatan kosong, dimana-mana kalau pertokoan baru paling sepinya cuma 1 -2 tahun pertama saja," jelasnya.
Penuturan yang tak jauh berbeda juga diutarakan Ahmad pengerajin tembaga dari kota gede Jogyakarta yang mengikuti pameran ini sekitar 4 hari lalu mengatakan pameran sangat sepi pengunjung. "Satu hari saya paling hanya menjual 1 sampai 2 kerajian," ungkapnya.
Dirinya yang membawa beberapa model Bros dan ikat pinggang dari lembaga dengan harga dari Rp 15.000 hingga Rp 150.000 sedikit kecewa dengan keadaan ini. "Rencananya kita cuma seminggu sih disini, kalau sepi begini nggak niat untuk diperpanjang lagi," urainya.
Dia mengakui keikut-sertaanya dalam pameran ini karena ajakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan di daerahnya. "Untung biaya pulang perginya mereka yang bayar," jelasnya Keluhan yang tak jauh berbeda juga di ungkapkan Sutini pengerajin batik dari Solo, setelah lebih dari 5 hari jualan di Tham- , rin City, dirinya hanya mampu menjual sekitar 2-3 potong kain batik. "Disini sepi mbak, pengunjungnya juga jarang, padahal harganya sudah di obral," terangnya.
Berdasarkan pantauan Neraca, di Thamrin City memang sangat sepi,banyak kios yang masih kosong. Namun harga jual batik yang berasal dari pengrajin UKM sangat bervariasi. Dari mulai kemeja pria yang merupakan batik cap dapat di beli dengan harga Rp 100.000 tiga buah.
Sedang untuk batik tulis mulai dari harga Rp 100.000 per potong hingga Rp Rp 6 juta. Untuk ase-soris batik, seperti bros dan ikat pinggang dijual dengan harga mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 200.000. Sedangkan untuk batik dalam bentuk lain seperti tas di jual mulai harga Rp 20.000, sepatu dan sandal batik di jual mulai dengan Rp 25.000.
Nah, kehadiran pusat penjualan batik di Thamrin City tak membuat gentar pengusaha lain yang menjual produk serupa. Seperti pusat perbelanjaan Sarinah. Muhammad Rusdie, Manager Humas Sarinah mengaku, tetap optimis usaha baliknya akan sulit tersaingi. Sebab, ikon Sarinah sebagai lokasi penjualan aneka batik dan kerajinan sudah terkenal lama.
Selain itu, menurut Rusdie, para mitra bisnisnya tetap melihat Sarinah sebagai lokasi usaha strategis karena kerap menjadi pilihan kunjungan wajib para turis. "Kita memiliki banyak keungggulan," ujarnya. Adapun keunggulannya adalah Sarinah membantu pinjaman kepada para mitra usahanya yang rata-rata berskala Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Pinjamannya Rp 5 juta - Rp 50 juta dengan bunga 6% pertahun. Dan mereka harus mengembalikan dalam waktu 2
tahun
http://bataviase.co.id/node/87916
Langganan:
Postingan (Atom)